Antrian

Antrian merupakan kejadian yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari., seperti antrian orang di depan loket karcis pada sebuah pertunjukan, di rumah makan, di kasir supermarket, bank, dan lain-lain. Dalam industri manufaktur, antrian juga sering terjadi, misalnya ketika bahan baku harus antri masuk ke lantai pabrik atau barang setengah jadi harus antri masuk ke proses produksi selanjutnya. Antrian lainnya dapat dilihat di traffic light, antrian mobil untuk masuk kapal di pelabuhan, truk-truk yang menunggu muatan, dan lain-lain. Orang-orang atau barang-barang (selanjutnya disebut customeromer) tersebut umumnya harus antri untuk mendapatkan “pelayanan” karena terbatasnya fasilitas pelayanan.
Pada kenyataannya, sering terjadi customeromer harus antri terlalu lama sehingga menghabiskan waktu dan “biaya menunggu”. Tak jarang di antara mereka memilih untuk menginggalkan sistem karena tidak mau antri terlalu lama. Untuk menghindari hal ini jumlah fasilitas pelayanan (server) dapat diperbanyak. Namun demikian, jumlah yang terlalu banyak juga menimbulkan masalah baru yaitu biaya pengadaan server tersebut. Belum lagi resiko menganggurnya server pada jam-jam tertentu saat jumlah customeromer sedikit, sementara biaya untuk server terus ada. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model sistem antrian, dimana dengan  model ini diharapkan dapat dirancang suatu sistem antrian yang lebih efisien, khususnya dari sisi biaya. Tujuan dasar model antrian adalah untuk meminimumkan biaya yang meliputi biaya langsung penyediaan server dan biaya tidak langsung yang timbul karena customeromer harus menunggu untuk dilayani.

Tinggalkan Balasan